Tag Archives: usaha

Hoki, Apa sih Itu?

Sejak kecil jika sedang bermain apapun pada saat saya dalam kondisi menang, lawan saya selalu bilang “hoki lo aja tuh lagi gede” Atau kalau sedang menonton pertandingan sepak bola, trus jagoan saya menang, teman saya tidak jarang berkata “ah hoki aja tim jagoan lo!”

Apa sih hoki itu? Kalo kata orang-orang itu adalah sebutan keberuntungan bagi orang cina. Jadi kalo buka usaha atau dalam belajar, bekerja, hoki merupakan suatu aspek yang tidak bisa disingkirkan. Hoki berperan besar dalam hidup manusia. Segala kesuksesan pasti harus ada unsur hokinya. Katanya.

Mungkin saat kecil saya sedikit percaya pada yang namanya hoki, tapi seiring bertambahnya usia,  saya berpikir apa hoki itu benar-benar nyata? Hingga pada saat ini saya menyatakan tidak percaya sama sekali dengan yang namanya hoki.

Sebel aja kalo saya kagum sama orang yang bagi saya dia itu hebat atau sukses lalu saya ceritakan ke teman saya, lalu teman saya bilang “Ah itu mah hokinya orang itu aja bisa sukses” Lhaaa. Agak males juga kalo mendengar respon orang lain selalu bilang setiap orang sukses atau hebat itu hokinya besar.

Bagi saya mereka bukan memiliki unsur hoki yang besar tapi saya lebih senang menyebut mereka itu adalah orang yang beruntung. Karena bagi saya keberuntungan itu ada pada saat kesiapan bertemu dengan kesempatan! Jadi itu bukan hoki! bagi saya lho ya. Terserah menurut situ deh.

Udah ah lagi males nulis. Pas banget ada orderan cucian membludak, ah pasti hoki saya. :p

Suatu Siang di Kios Laundry #3 – Perkara Impian dan Mobil Parkir

Kata orang kalo mau sesuatu yang diimpikan harus fokus. Ada yang bilang kalo mau punya mobil impian, datang aja ke pameran atau ke dealer, tanya-tanya mobilnya, naik ke mobilnya, kalo berani ya langsung test drive. Mungkin ada benarnya karena katanya bisa sedikit merealisasikan perasaan dan membangkitkan semangat untuk meraih mobil tersebut. Iya itu butuh fokus yang benar-benar mantap menurut saya. Lha wong setiap saya pergi ke pameran mobil semisal IIMS atau ke Pekan Raya Jakarta, fokus saya bisa berubah kok. Setiap masuk ke arena mobil impian saya yang pernah saya tempel di buku impian saya, tetiba saja fokus saya teralihkan. Bukan ke mobil lain tapi yang berdiri di depan mobilnya alias SPGnya. Yah maklum lah, namanya juga pria dengan status Mandiri (Masih Sendiri) wajar jika mata dan pikiran masih sinkron jika melihat sosok wanita berparas elok nan aduhai.

Hush. Fokus! Oke sekarang fokus ke impian saya. Ya impian saya salah satunya punya istri, gak perlu cakep, yang penting cantik, seksi dan pintar serta kaya, saya rela kok dinikahi. Sah? Sah!

Saya suka mengkuti seminar-seminar motivasi sejak saya memulai usaha sendiri. Pada saat di ruangan, energi sang motivator begitu merasuki diri dan jiwa saya untungnya jiwa mereka bisa bebas dari dalam diri saya, kalau tidak ya kasihan mereka terjebak dalam diri yang penuh hina ini. Setelah pulang semangat pun masih terngiang-ngiang di telinga saya, ternyata saya lupa mencopot headset hasil rekaman saya itu.

Bagi saya yang termasuk kategori pria cerdas namun level kepercayaan dirinya di bawah rata-rata dan tidak sombong, sebuah motivasi sangat berarti dalam mengarungi hidup yang sudah dijalani hampir 28 tahun ini. Walau hanya bertahan beberapa jam setelah seminarnya selesai.

Impian duniawi saya lainnya kepingin punya mobil. Ini juga gak muluk-muluk. Yang penting mobilnya bisa jalan dan dipakai untuk mengantar istri impian saya tadi ke pasar minimal buatan Eropa. Katanya kalau bermimpi itu harus tinggi jadi kalo jatuh ya ke salah satu bintangnya. Makannya saya mimpi punya mobil buatan Eropa, ya kalo kejauhan, jatuhnya buatan Jepang deh.

Setelah 2 tahun menjalani usaha laundry ini, akhirnya saya pun berhasil nih buktinya.

Bersama mobil impian
Bersama mobil impian

Percaya kan? Ya hanya orang setengah waras saja yang percaya. Tapi saya hanya mengaminkan jika ada yang percaya. Semoga kepercayaan yang sudah Anda berikan dapat saya gunakan sebaik-baiknya. Mana mungkin seorang tukang cuci bercelana pendek, dekil itu yang punya mobil di depannya itu. Tapi paling ngga saya sudah pernah foto dengan sebuah mobil buatan Eropa.

eh..eh..masih ada yang ngeliatin fotonya sambil bertanya-tanya itu mobil siapa ya? Hehehe sudahlah jangan dijadikan perkara yang besar soal ini. Nih saya kasih foto lagi setelah di zoom.

Sumpah! bukan mobil gue!
Sumpah! bukan mobil gue!

Nah kalo di foto ini saya berani jamin kebanyakan dari yang melihat akan fokus pertama pada mobilnya, lalu tulisan Wash Here Laundry di atas, kaca spion motor, langit dan pohon, terakhir baru lihat penampakan di depan pagernya. Betul apa betul banget?

Sama seperti celetukan para tetangga saat melihat mobil ini parkir. Mereka selalu bertanya apakah itu mobil baru. Saya hanya tersenyum sembari mengaminkan saja. Lucu saat melihat raut wajah mereka yang beraneka ragam. Apa salahnya jika di depan sebuah kios Laundry terparkir sebuah mobil mewah? Kenapa harus diperkarakan?

Kesuksesan setiap orang berbeda-beda yang terpenting adalah bahagia dan membuat orang lain bahagia. Dan bahagia bisa tercapai dengan rasa bersyukur selalu. Begitulah kata seorang teman saya.

Terima kasih saya ucapkan kepada yang empunya mobil yang rela mobilnya diparkir buat saya foto-foto. Maaf namanya dirahasiakan demi kenyamanan doi. Xixixi