Natalan Tanpa Pohon Natal

Bisa jadi ini pertama kalinya dalam hidup saya, di rumah menyambut hari Natal tanpa pohon Natal. Sebenernya sih ada pohon Natalnya tapi karena sekarang rumah orang tua saya, sudah saya obrak abrik ga karuan buat usaha laundry jadi ga ada tempat lagi buat masang pohon Natal setinggi 2 meteran. Yah..ada rasa ga enak juga sih ke bapak saya karena biasanya tiap tahun rutin masang yang namanya pohon Natal itu, kali ini saya ga masang sama sekali.

Seperti ada yang kurang menyambut Natal tanpa pohon natal walau katanya Natalan bukan yang penting ada ornamen di dalam rumah tapi yang terpenting adalah ornamen di dalam hati kita. Bisa ga sih saya mempercantik hati saya sendiri. Selama ini saya selalu memasang pohon Natal sendiri, terkadang dibantu sama kakak(ini jarang bangettt) dibantu sama pacar (sorry galau mendadak), tapi Natal kali ini saya seperti berasa kehilangan semangat Natal yang seharusnya ga terjadi.

Kali ini pula pertama kalinya saya ga ngaku dosa. Dalam agama Katolik ada ritual namanya pengakuan dosa yang dilakukan para umat melalui perantara romo atau pastur di setiap gereja dalam menyambut Hari Paskah atau Natal, bisa juga hari biasa sih. Ada yang mengganjal dalam hati saya soal ini. Rasa aneh yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Natal kali ini apakah benar menjadi Natal terhampa dalam hidup saya. Ah…smoga hanya perasaan saja.

Ketika Natal kali ini tanpa pohon natal dan lampu-lampu beserta ornamennya  yang selalu menghiasi rumah, semoga saya bisa menghiasi hati saya yang mungkin saat ini terasa amat hampa dan sepi. Saya ingin berbuat baik terhadap sesama tanpa mengharapkan pamrih dari mereka dan saya ingin memulai kembali hubungan saya dengan Tuhan Yesus yang sudah beberapa waktu lalu saya meninggalkan Dia. Saya harap Dia masih ada menunggu saya untuk kembali pada-Nya. Selamat terlahir kembali juru selamatku Yesus Kristus, jadikanlah aku penghias bagi pohon natal di hati sesamaku.

Leave a Reply