Suatu Siang di Kios Laundry #1

Berhubung saya saat ini membuka usaha laundry kiloan di rumah orangtua, banyak  cerita ceriti yang saya alami seputar dunia perlaundrian ini.

Pelanggan saya bermula dari tetangga-tetangga sebelah kiri kanan atas bawah depan belakang, kemudian meluas ke blok lain, seberang lapangan, pinggir lapangan, sampai di tengah lapangan pun ada juga pelanggan saya. Ada bocah-bocah ingusan (ini bener-bener ingusan), ada anak sekolah rentang SMP hingga SMA yang alim, angkuh bin jutek, manis aduhai (inget umur pak!) oke. Lalu ada juga anak mahasiswa (nah ini nih…) tapi cowo. Wanita karir yah mungkin sepantaran saya ya umurnya (bukan karirnya lho..karir saya mah mentok keuleus) yang setiap datang selalu wangi memesona..uuy. Ada ibu-ibu berbagai profesi mulai dari dokter, pengusaha, sampai tukang rumpi pun ada. Bapak-bapak penguasa komplek pun suka datang untuk menaruh cucian. Tukang cukur pinggir jalan pun ada juga yang percayain laundry saya untuk cucian perlengkapan cukurnya. Ada juga ibu-ibu temennya ibu-ibu di komplek saya, yang mana ibu-ibu temennya ibu-ibu di komplek saya itu tinggalnya berada sekitar 10km dari rumah saya.

Banyak cerita yang mungkin gak akan saya dapetin di tempat lain ketika harus berhadapan dengan mereka.

Contohnya yang paling sering saya alamin.

“mas Leo, cuci ya” | “iya bu/pak/mas/mba/dek, saya timbang dulu ya” “nol koma 6 kilo dibulatkan jadi 1 kilo ya bu/pak/mas/mba/dek” “lho kok dibulatkan sih mas, rugi dong saya” (padahal sudah saya tempel tulisan MINIMAL 1 KG besar di tembok belakang timbangannya) | dengan tetap tersenyum ramah saya menjawab “minimal 1 kilo karena saya bukan menjual telur atau gula”

Mungkin kalo saya yang jadi konsumennya akan bisa berbicara hal yang sama “rugi dong saya” tapi c’mon mann..lo cuci di laundry kiloan, udah bagus minimal 1 kg, yang umumnya biasa 2 kg dan lo masih nawar juga. Coba pikir dengan uang 6-8ribu rupiah lo udah tinggal nikmatin aja baju bersih rapi dipacking pula tanpa harus keluar tenaga buat cuci, sabun, air, listrik, atau yang bayar pembantu kalo yang punya pembantu tapi masih perhitungan untuk 1 kg cucian. Hehehe… lucunya harga sudah ada, info sudah jelas dan masih bisa bilang rugi. Ruginya dimanaaaaaa…..

Ya mungkin sebagian dari kita sering merasa dirugikan sebagai konsumen tapi jika itu bersumber tanpa berpikir lebih. Berpikirlah lebih panjang sebelum menyebut saya rugi:)

Leave a Reply