Berkah Kecantikan Menuju Sosok Kondang

“Hmm, gak tau yah..hehe..” sahut Ninih ketika ditanya apa yang dilakukannya jika mendapat tawaran menjadi artis.

www.leoagustino.com
ninih-penjual-getuk-cantik

Kata orang-orang, hidup bagaikan roda berputar, ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Tapi gimana kalo hidupnya di bawah terus pak/bu? Yaa, sekali-sekali naiklah ke lantai atas. Weleh 

Kisah Ninih di atas sedang marak di media social belakangan ini. Ya begitulah fenomena yang terjadi di negeri tercinta Indonesia. Tiap ada hal yang di luar kebiasaan sedikit aja langsung heboh ke sana kemari jungkir balik loncat-loncat (gak segitu juga kali ya). Ada PNS ganteng, langsung timeline Twitter penuh dengan puji puja kaum hawa. Ada pedagang asongan cantik, muncul ribuan gombalan para lelaki jomblo maupun non-jomblo yang mungkin mencari kenakalan sedikit:p

Gue kadang berpikir (ya kadang-kadang doang gue kalo mikir, ini langka tapi gak pernah jadi heboh kok) sepertinya sebagian besar penduduk Indonesia ini seperti kekurangan bahan hiburan atau gimana ya. Seorang manusia yang kebetulan diberikan anugerah paras rupawan, menjual getuk di jembatan penyebrangan di Jakarta lalu ada seorang atau segelintir orang yang terpikat dan memfotonya lalu dilihatkan ke temen-temen atau kerabatnya lalu diunggah ke medsos lalu heboh lalu ada perasaan puas ketika upload-annya itu banyak yang like dan komen lalu yang diundang ke stasiun televisi adalah si yang penjualnya bukan si yang bikin heboh (ya walopun gue tau, yang foto itu gak pengen terkenal tapi pengen dikenal sedikit lah lewat unggahannya itu)

Dari situ bisa gue simpulkan (simpulan gue loh ini, jadi gak usah banyak komen ya, plis) mungkin awalnya si pemoto (sebutan buat yang foto) lagi jomblo atau yang non-jomblo lagi bosen sama pasangannya, udah gitu penat di kantor diomelin bos terus, kerjaan numpuk. Nah, pas lagi di jembatan penyebrangan doi laper (laper hati maksudnya) lalu dalam penglihatannya tiba-tiba muncul sesosok bidadari nan anggun (bukan Anggun penyanyi) kayak di iklan-iklan shampo atau sabun gitu yang bersinar gitu ceweknya. Otak yang udah keruh pun menjadi cerah kembali. Mulailah aksi-aksi CCP-an. CCP itu Curi-Curi  Pandang. Kamera HP berinvestigasi dengan cermat dan cekatan. Sayangnya ada yang tidak berani membeli dagangannya karena mungkin grogi atau memang lagi kanker alias kantong kering hehehe. Nah yang gak beli itu kalah selangkah sama yang membeli karena dengan membeli dia udah  bisa ngobrol walopun obrolan sesaat paling ngga uda bisa menatap wajah dan matanya.

Sampe deh di kantor atau di rumah. Langsung buka HP cek foto yang tadi. Bayangin aja kalo lagi kasmaran deh. Mungkin dielus-elus atau diciumin. Tapi karena lagi-lagi kasih tak sampai, si jomblo pun cuma bisa mengunggah di medsosnya. Dikasih caption galau, temen-temennya komen, like sampe ratusan, eh ada temennya orang media juga ikutan. Lantas masuklah si Penjual Getuk Cantik itu ke media nasional. Menjadi tenar, kondang, dan syukurnya dagangannya makin laris manis:) Hingga akhirnya ada tawaran menjadi artis. Soal menjadi artis atau ngga ya itu tergantung lagi ke si Ninih. Segala resiko dan keuntungan ada di tangan dia. Dia yang memilih.

Dari sini juga gue bisa ngambil pelajaran. Rejeki setiap orang itu gak selamanya ada di tangan kita. Terkadang melalui tangan orang lain. Seperti si Ninih, dia hanya mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin berjualan getuk, caranya dia tampil maksimal dengan penampilan cantik bersih. Kemudian memikat para jombloers. Lalu dari tangan jombloers itulah yang mulai mengubah garis atau jalannya roda kehidupa si Ninih.

Jadilah yang terbaik untuk hari ini, karena besok memiliki masalah dan solusinya sendiri

asikk gak sih tulisan gue yang ini…yah mudah-mudahan gak heboh deh walopun ada keinginan dikit:p

Leave a Reply