Rahasia Sebungkus dan Sepiring Nasi Padang

“Da..nasi padang 2 bungkus pake ayam sayur” seru seseorang yang sepertinya tukang bangunan saat saya sedang asik melahap sepiring nasi Padang di sebuah rumah makan Padang tentunya.

Pernah gak sih kalian merhatiin ada perbedaan yang cukup mencolok pada saat memesan nasi padang yang dibungkus dan dimakan di tempat? Saya pernah baca di suatu artikel tentang hal ini, tetapi saya tidak menemukan lagi artikel tersebut. Jadi tulisan ini saya buat dengan daya kemampuan ingatan saya saja ya.

Jadi jika saya tidak salah ingat dari yang saya baca, ada perbedaan pada saat memesan nasi padang yang dibungkus dan dimakan di tempat. Iyes! Betul! beda kan porsinya!? Coba lihat yang dibungkus pasti lebih banyak atau banyak banget ketimbang yang dimakan di tempat. Nah katanya sih ini sudah terjadi sejak lama. Pada saat jaman penjajahan Belanda, orang pribumi khususnya yang dari daerah Padang banyak yang membuka rumah makan. Dari rumah makan itu, tamu yang berkunjung kebanyakan adalah dari kaum bangsawan atau kalangan atas.

Biasanya kalangan atas tersebut hanya makan sedikit saja porsinya. Lalu dari kalangan marginal mereka biasanya enggan untuk makan di dalam rumah makan itu karena mungkin ada perasaan tidak pantas kaum  mereka makan di restoran, jadi mereka selalu minta dibungkus saja. Karena pemilik rumah makan adalah kaum pribumi juga, mungkin mereka juga ikut merasakan penderitaan para pekerja tadi. Jadi setiap ada yang memesan dibungkus selalu mereka beri porsi yang lebih banyak karena mereka tahu bahwa dari makanan itu sumber energi bagi kaum pekerja.

 

Hal itu pun berlanjut hingga sekarang, walaupun yang beli dibungkus sudah tidak lagi dari kaum marjinal atau pekerja kasar. Mungkin bisa jadi ini yang dinamakan subsidi silang ya. Hehe jadi dengan membayar jumlah yang sama, para kaum kelas atas hanya makan sedikit dan lebihnya diberikan ke kaum kalangan bawah.

Sekali lagi ini hanya dari ingatan saya yang pernah membaca tulisan mengenai hal ini. Mungkin saja tulisan yang pernah saya baca itu juga hanya pendapat si penulis.  Atau dari kalian ada pendapat lain. Silahkan:)

2 thoughts on “Rahasia Sebungkus dan Sepiring Nasi Padang”

  1. Aku penggemar nasi padang. Dan selalu beli bungkus. Karena banyakkkkkk!!!!
    Dan habisssssssssssssss..
    Dan abis itu nyesel kenapa makan banyak..
    Tapi nanti beli bungkus lagi..
    Dan abis lagi ..

Leave a Reply