Ada Ahok, Aku Ada, Anjing!

“Ahok Anjing!” atau “Cina Anjing” entahlah kurang jelas juga apa yang gue denger dari video Mediasi Ahok dan DPRD berakhir ricuh ini gue tertarik untuk menulis artikel anjing ini. Sebelumnya gue cuma lihat di berita-berita soal umpatan salah seorang anggota DPRD yang ditujukan ke Ahok itu.

Eh, sebenernya sih gue orang yang paling males ngomongin soal politik seperti ini ya. Tapi entah kenapa sejak munculnya sosok Jokowi dan Ahok, gue diem-diem suka kepoin aksi terjang mereka khususnya Ahok ini. Sering gue liat video di Youtube di mana banyak kegiatan pemerintahan DKI direkam dan aksi-aksi Ahok yang dikenal tegas dan ceplas ceplos itu yang gue suka.

Ahok yang biasa dipanggil Basuki TP (Basuki Te Pe) saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Oi pak, itu kebalik keleuss, harusnya Basuki TP yang biasa dipanggil Ahok! Buat gue sebagai penduduk DKI Jakarta, gue merasa sangat bangga bisa merasakan sebagai warga yang dipimpin oleh pemimpin yang keren seperti Ahok ini. KEREN! Sudah hampir 28 tahun gue hidup di Jakarta dan baru saat ini gue merasakan adanya perubahan yang signifikan di Jakarta ini. Mulai dari pembangunan taman-taman kota, penggusuran bangunan liar, dan sebagainya.  Udah ah soal pembangunan Jakarta pokoknya gue cuma bisa angkat topi untuk saat ini (padahal gue gak pernah pake topi)

Oke, sekarang ke hal yang lagi hot alias panas dewasa ini (wih film dewasa udah pasti panas) yaitu soal Ahok yang mengungkap dana siluman APBD 2014 dimana banyaknya dana yang tidak seharusnya ada, dimasukkan ke anggaran tersebut. Weleh, gue gak habis pikir, UPS seharga 4 M (miliar lho bukan ember) bakal apaan coba?

Berita di media pun heboh soal ini, masyarakat pun gak kalah heboh. Para penghuni Twitter dan Facebook pun berubah drastis menjadi pengamat politik. Seperti biasalah komentar-komentar ajib banyak digelontorkan oleh mereka tapi yang baca juga temen-temennya doang. Hehehe. Tapi ada hal yang gue lihat dan bagi gue ini keren banget.

Tanpa melihat isi dari pada komenters itu, gue melihat sosok Ahok ini membangkitkan jiwa peduli masyarakat Indonesia khususnya Jakarta terhadap pemimpinnya. Setiap tindakan Ahok menuai decak kagum yang luar biasa. Kali ini Ahok sedang berhadapan dengan DPRD, kalo gue liat ini bagai di film-film aksi di mana sang jagoan hanya seorang diri melawan musuh yang sangat banyak. Tapi dengan sigap dan tanpa adanya komando, para pendukungnya tiba-tiba muncul begitu saja. Lihat saja di dunia maya, begitu Ahok diserang, ribuan pembelanya berjibaku membela sang pembela kebenaran. Mungkin inilah saatnya orang-orang benar itu buka mulut dan ikut ambil bagian.

Ahok tidak pernah takut!
Ahok tidak pernah takut!

Menyikapi seorang anggota DPRD DKI yang mengumpat Ahok dengan makian “ANJING”, gue menganggap kalo sang pemaki begitu kagumnya sama Ahok sampai-sampai dia menyebut “anjing”. Yah, kayak kalo gue lagi nonton bola atau main game sering gue bilang “Anjing! Messi jago banget yee” Pada dasarnya gue pecinta anjing dan anjing adalah binatang paling setia dan pintar.

Gue juga yakin para komenters dan pendukung Ahok di sosmed gak akan pernah muncul kalo gak pernah ada Ahok di dunia ini khususnya Indonesia. Karena sejak kemunculan beliau yang terkenal tegas, makin banyak orang “benar” muncul melawan orang yang “menganggap dirinya benar”. Contohnya, ini contoh menurut gue ya. Ada Pak Wenas dan Ichironya. Bagi sebagian orang mungkin ini ngeselin, bagi gue nggak. Gue dukung banget aksi Pak Wenas dan Ichironya karena memang orang yang ada pada videonya itu tidak bisa berkendara dengan santun. Seenaknya sendiri, pantaslah kalo Pak Wenas geram. Satu lagi dari video yang lagi marak di sosmed Minta Digampar edisi lawan arah naik trotoar. Ini mantep banget, tapi saran dari gue mungkin kalo buat video lagi jangan elo @kukuhya yang minta digampar tapi elo gampar duluan tuh yang lawan arah trus nyolot. Karena gue juga pernah ngalamin hal serupa, tapi gue juga lagi naik motor di area Manggarai. Lagi macet-macetnya  masih ada aja yang lawan arah. Gue stop di depannya doi malah nyolot, ngeliatin gue tapi kaca helmnya gak dibuka. Gue yang ngalah minggir ke kanan, tapi gak sampai di situ pas gue di  samping doi, gue GAMPAR tuh kaca helmnya dan gue jalan santai walau doi teriak-teriak kayak orang gila gak gue ladenin.

Ayolah kawan-kawan, dukung Ahok benerin Jakarta dari orang-orang yang ngakunya orang kantoran tapi ngelawan arah, ngakunya eksekutif muda tapi buang sampah sembarangan, dan masih banyak deh yang lainnya. Gak usah urusin DPRD karena tingkatan mereka udah ada yang urus. Kita bantu aja  yang ada di lingkungan sehari-hari. Jangan sampai kebenaran kalah oleh orang-orang yang merasa benar! Oia ada juga kan yang teriak-teriak mana nih Jokowi, presiden kok diem aja ada kisruh DPRD DKI dan Gubernurnya. Lha Jokowi juga punya urusan lain keleuss, Ahok sendiri juga bisa ngadepin begituan doang mah. Mungkin itu yang ada di pikiran Jokowi atau Ahok yang bilang “Tenang mas Pres, gua bisa urusin masalah kecil begini mah, lo urus aja tuh urusan negara yang lain.Oke!” Asik gak tuh.

Gue bisa bilang “Anjing, kalo gak ada Ahok gue gak bakalan nulis kayak gini!”

“Ada Ahok, Aku  Ada” Anjing gak tuh!? #adaahokakuada

4 thoughts on “Ada Ahok, Aku Ada, Anjing!”

Leave a Reply