Surat Tertutup Untuk Pengendara yang Pernah Menabrak Hewan

Yang Terhormat Para Pengendara yang arif dan bijaksana,

Secara khusus saya menulis surat tertutup ini untuk para pengendara baik motor, mobil, sepeda, otopet dan sejenisnya yang masih bisa dikendarai oleh manusia. Lha kok tertutup si Pak Leo? iya karena kalo terbuka nanti dibilang porno terus disensor kayak di tv jaman sekarang yang semuanya serba disensor. Aneh, bukan otaknya yang nonton aja disensor. Terlalu aneh bagi saya. Ah sudahlah itu kan soal tv dan urusan komisi penyiaran aja deh. Atau bisa juga saya tulis surat tertutup karena biasanya masyarakat sini lebih senang melakukan yang dilarang. Hehe. Contohnya? ya liat aja kalo lagi di jalan raya ya.

Surat ini saya tulis eh ketik juga khusus ditujukan untuk pengendara yang pernah dengan sengaja atau tidak sengaja menabrak atau menyerempet atau melindas binatang khususnya binatang yang umumnya untuk dipelihara seperti kucing, anjing, ayam, bebek dan sebagainya. Tikus ngga pak? Menurut pengamatan saya, tikus jarang ada yang pelihara apalagi tikus got yang sering kita lihat banyak yang mati di jalanan. Sekali lagi ini untuk yang pernah melindas hewan yang biasanya dipelihara ya.

Pengendara yang arif dan bijaksana,

Bila Anda melihat anjing, kucing, ayam atau bebek di tengah jalan bagaimana reaksi Anda? Apakah hewan-hewan tersebut sungguh mengganggu perjalanan Anda bila mereka berada di tengah jalan? Tidak bisakah Anda memperlambat laju kendaraan Anda dan berhenti sejenak hingga hewan tersebut berada di bahu jalan? Atau  Anda turun dari kendaraan dan menggendongnya hingga lebih cepat menuju pinggir jalan? Iya, saya tau sebagian dari Anda ada yang merasa jijik. Mungkin sudah berdandan sebegitu necisnya sehingga enggan terkena najis. Nyawa mereka pun tak berarti dan terlupakan begitu saja.

Pengendara yang arif dan bijaksana.

Jika Anda pernah menabrak atau melindas hewan-hewan tersebut, baik secara sengaja atau tidak, apakah Anda pernah terpikir untuk berhenti sejenak dan melihat kondisi hewan tersebut? Atau jika hal itu  terjadi dan hewan tersebut mati, apakah pernah terpikir untuk menyingkirkan hewan tersebut ke bahu jalan? Atau jika hal tersebut terjadi, apakah pernah terpikir untuk menguburkannya? Iya saya tau, waktu Anda begitu berharga, begitu sangat berharga untuk sekedar melihat seoonggok mayat anjing atau kucing apalagi menguburkannya. Memang mereka itu apa? Manusia bukan, keluarga bukan. cih! Yang ada mereka udah ngotorin ban mobil gue! Siapa suruh nyebrang jalan raya!

Pengendara yang arif dan bijaksana.

Jika Anda pernah berpikir seperti itu, lalu kenapa tidak Anda tabrak saja orang-orang yang menyeberang secara sembarangan? Toh banyak kan yang menyeberang bukan di atas jembatan penyebrangan tetapi di bawahnya. atau di tikungan-tikungan yang sangat membahayakan. Kenapa Anda bisa mengerem mendadak begitu mereka menyebrang jalan? Kenapa Anda tidak berpikir yang sama saat Anda melindas anjing atau kucing? Apa bedanya? Iya saya tau, itu manusia yang nyebrang. Manusia diberi otak untuk berpikir di mana menyebrang yang benar. Anda rela mobil Anda tertabrak karena ngerem mendadak saat ada orang menyebrang sembarangan? Tetapi Anda tidak rela tangan Anda kotor untuk menggendong hewan yang menyebrang? Tapi kan kalo gue nabrak orang kan bisa dipenjara walopun orang itu yang salah. Iya saya tau, walau Anda melindas hewan, Anda tidak akan dijatuhi hukuman apa-apa kok. Saya juga tidak mau meributkan masalah hukum di sini karena saya sendiri sudah muak.

Pengendara yang arif dan bijaksana.

Saya menulis ini, karena ada hal yang sangat saya sayangkan dan ini terjadi di komplek perumahan saya. Mohon garis bawahi, ini terjadi di dalam komplek perumahan saya. Bukan jalan raya yang sangat ramai lalu lalang kendaraan besi nan egois. Saya sangat menyukai anjing. Tahun lalu hari Sabtu pagi saya keluar rumah naik motor untuk menuju rumah teman saya. Masih di dalam komplek, saya terkejut ketika melihat sesosok mayat anjing kecil tergeletak dengan darah keluar dari mulutnya. Saya sempat panik karena saya beberapa kali pernah melihat anjing itu suka berjalan sendiri keliling komplek dan pagi itu saya lihat dia sudah terbujur di tengah jalan. Setelah saya bertanya ke beberapa rumah di dekat situ, namun tidak ada yang mengakui anjingnya. Saya pulang lagi, mengambil kardus dan saya bawa anjing malang itu ke depan gerbang komplek. Saya minta ijin ke satpam untuk menguburnya di taman komplek. Mereka membolehkan. Air mata tidak tertahankan saat saya menguburkan dia. Entah bagaimana dia bisa tertabrak? Apakah yang menabrak tidak tau soal hal ini? Entah bagaimana keluarga yang empunya anjing ini? Pasti mereka sangat kehilangan.

Yang kedua baru saja kejadian hari Sabtu lalu juga pagi hari, terjadi kepada anjing kawan saya Monica juga masih di satu komplek. Saya sering bermain dengan anjingnya tiap saya ke rumahnya untuk mengantar laundry atau pada saat mengajak jalan-jalan anjing saya. Anjingnya berjenis mini pomeranian, Poppy namanya. Dia anjing kecil yang lucu dan sudah sekitar 7  tahun tinggal bersama keluarga kawan saya itu. Seperti pagi-pagi biasanya, Poppy main di luar rumah berjalan ke sana kemari. Hingga ban mobil melindas mukanya dan mati. Lalu kmana mobilnya? Pergi. Itu saya ketahui saat kawan saya memposting fotonya di Facebook. Rasa sedih, geram, dan marah langsung menyelimuti hati saya. Walau Poppy bukan anjing saya, tapi saya sangat suka jika bermain dengannya. Ingin rasanya mencari siapa yang membawa mobil itu sampai bisa terjadi begini dan meninggalkannya begitu saja!

Poopy kecil yang lucu
Poopy kecil yang lucu

Keluarga kawan saya sangat berduka akan kejadian ini. Bagaimana tidak? Poppy sudah menjadi bagian keluarga mereka dan mati dengan cara seperti itu! Hey ini komplek perumahan bukan jalan raya! Jika ada dari Anda yang membaca dan pernah melindas Poppy, dan “poppy-poppy lainnya” saya sangat harapkan Anda bertanggung jawab! Jangan bermental ciut! Karena Anda telah menghilangkan nyawa salah satu anggota keluarga!

Poppy yang malang oleh ulang orang tak berotak!
Poppy yang malang oleh ulah orang tak berotak!

Saya sering meragukan kepada mereka yang begitu teganya seperti itu. Apakah mereka benar-benar seorang manusia? atau  hanya rupanya saja yang menyerupai manusia? Untuk  saya pribadi, jika saya melihat hewan-hewan tersebut di tengah jalan, saya lebih memilih menunggu hewan tersebut lewat atau meminggirkan lebih dulu. Saya lebih tidak respect kepada orang-orang yang menyebrang jalan sembarangan!

Poppy kecil
Poppy kecil

Poppy kini sudah bisa bermain dengan tenang tanpa khawatir akan tertabrak oleh mobil-mobil yang dikendarai oleh manusia tak berhati. Kini Poppy dan hewan-hewan lainnya sudah bisa berlari-lari ke sana ke mari dengan bebas. Beristirahatlah dengan penuh damai Poppy  kecil yang lucu.

“Jika tidak bisa memelihara mereka, jangan menyiksa apalagi membunuhnya”.

3 thoughts on “Surat Tertutup Untuk Pengendara yang Pernah Menabrak Hewan”

  1. Aduh lucu amat Poppy.
    Saya masih ingat di zaman saya masih di Palembang dulu.
    Saya punya anjing spaniel hitam mungil namanya Michelle.
    Tiap sore pasti saya bawa jalan-jalan keliling area rumah.
    Ada seorang tetangga sepertinya sebal bener sama anjing saya (atau sama saya ya hahahha)
    Sering sekali dia berusaha untuk menyerempet Michelle. Tapi selalu saya kendalikan anjing saya setiap melihat mobil tetangga mau lewat.
    Sekali waktu, saya lengah, nyaris kaki Michelle terlindas hardtop hijaunya.
    Kalau saja waktu itu saya gak sentak rantainya, mungkin kaki Michelle sudah remuk.
    Sejak saat itu, setiap saya melihat raungan mobil tetangga, Michelle langsung saya gendong menjauh.

Leave a Reply